Kamis, 02 Februari 2012

NGOMONGIN ORANG

Kali ini kita akan bercerita tentang seorang member THE SCENE ART LINE yang sangat terkenal. Dia sering menjadi buah bibir. Wajahnya sebenarnya tidak begitu istimewa, tapi ada satu hal yang membuat dia berbeda, dia jauh lebih bodoh dari member yang lain. BODOH dalam interpretasi teman-teman THE SCENE adalah orang yang lemot a.k.a. lalod, atau lambat respon.

Ada satu kebiasaan baik yang dia miliki. Akan tetapi, kebiasaan baik itu justru mengganggu orang lain. Dia sering bertanya. Sebenarnya bertanya adalah sebuah kebiasaan baik dari manusia. Sebuah penemuan besar akan berawal dari sebuah pertanyaan. Sebuah teori yang mendunia justru dimulai dengan sebuah pertanyaan sederhana. Tapi, mempertanyakan segala hal rupanya tidak baik, apalagi kalau yang dipertanyakan itu adalah sebuah kebenaran umum atau istilah kerennya "general truth".

Yup....mempertanyakan kebenaran umum sama saja mempertanyakan bagaimana cara makan, cara minum, atau mempertanyakan "APAKAH KENTUT ITU BAU?"

Maniak foto. Dia sangat maniak foto. Bukan maniak motret, tapi maniak dipotret. Syahrini adalah kiblatnya. Mulai dari lagu favorit, style rambut, dan cara memakai bedaknya mungkin sama dengan Syahrini. Dia bahkan merasa sangat mirip dengan Syahrini. Saya tidak tahu kalau Syahrini tau keberadaannya, mungkin Syarini akan mengubah kata "ALHAMDULILLAH, YA" nya dengan "ASTAGFIRULLAH, YA".

Kalau  karaokean.....? Wah, tidak usah ditanya lagi. Dia orang yang paling sering memegang mic. Entah bagaimana imajinasi dia saat memegang mic, tapi yang pasti kalau dia nyanyi, kamu akan seperti berada di sebuah konser, anggaplah konsernya AGNES MONOCA, di mana Agnes Monica kebelet pipis dan kebelet BAB dalam waktu bersamaan, terus kentutnya tertahan, dan dia harus bernyanyi.

Tapi, apapun itu, dia lah yang sering berbagi keceriaan dengan kekonyolannya, dengan ke"bodoh"annya, dengan kepolosannya, dan satu yang menurut saya aneh, dengan "kecantikannya", hmmm.....katanya.
Terkadang kecerdasan itu bukan dilihat dari keseharian, tapi cara berpikirnya. Mungkin hobinya yang mempertanyakan segala hal akan membuka pikiran kita bahwa sesederhana apapun sesuatu pasti akan ada celah di mana kita sama sekali tidak tahu dan kita patut mempertanyakannya. Manusia yang  lelah bertanya, maka akan banyak jawaban-jawaban yang tak akan dia dapatkan.


Semua orang mempunyai kekurangan masing-masing, juga kelebihan. Tapi apakah dia memiliki kelebihan? Pasti punya. Cara mengetahui kelebihannya adalah dengan melihat foto ini. Silahkan analisa sendiri.




dedicated to Fitriani Sudjirman a.k.a. Pitto.
We Love You

STAND ON BROTHERHOOD

Ada sebuah peristiwa dimana aku, kau, dia, mereka, kalian, kita semua bertemu di sini, sebuah lingkaran.
Lingkaran sebagai sebuah bangun datar, siklus yang tak pernah mati, dan kau lelah ketika kau membutuhkan sudut untuk berbaring, hingga kau pun pergi.

Sementara aku masih terus berjalan. Aku lupa di mana aku bermula, dan aku tak akan pernah tahu di mana akan berakhir. Namun satu hal yang aku percaya bahwa lingkaran adalah siklus, dan ia menyimpan begitu banyak sudut-sudut kecil yang tak terlihat. Sudut-sudut kecil inilah yang kemudian saling berdempetan, melingkar dan membentuk lingkaran.

Sementara kau pergi mencari bangun bersudut, mungkin segitiga, mungkin kotak, mungkin trapesium, mungkin jajaran genjang. Nikmatilah esteteika bagun yang kau idam-idamkan. Sesungguhnya lingkaran tak akan menyediakan sudut yang jelas di mana kita akan saling menyudutkan, sudut yang runcing di mana kita akan saling menusuk, dan sudut yang sempit di mana kita akan saling berebut.

Kau tak akan pernah tahu, jutaan sudut kecil yang dulunya runcing, sempit, bahkan jelas, bersatu membentuk lengkungan, hingga ia menjadi sebuah lingkaran penuh. Dan, kau tak akan pernah tahu, lengkungan itu menyenangkan. Juga kau tidak akan pernah tahu, kami bisa saling mengistirahatkan dalam lengkungan, dalam lingkaran, tanpa sudut yang katamu memberikan ruang.

Dan sekali lagi, kau tidak akan pernah tahu, ruang terindah di antara semua bangun adalah ruang di dalam lingkaran.

WE ARE  THE SCENE ART LINE

AND WE ARE STANDING ON BROTHERHOOD